Subscribe

Powered By

Powered by Blogger

Rabu, Mei 27, 2009

sebuah penghargaan

Keberhasilan seseorang bukan dilihat dari seberapa besar dia mendapatkan nilai yang diperoleh, tetapi dilihat dari seberapa besar usaha dia untuk mencapai sebuah gagasan atau ide yang dia curahkan. Nilai yang besar hanyalah sebuah lintasan yang suatu saat bisa berubah menjadi nilai sedang ataupun nilai kecil, sedang usaha adalah sebagai bentuk upaya kita dalam meraih keinginan atau ide yang terus di gali…. di gali…. di gali hingga menemukan titik temu yang diharapkan. Usaha inilah yang akan menjadi penentu seseorang, oleh karenanya dibutuhkan suatu kestabilan dan keuletan dalam mempertahankan apa yang telah diperolehnya.
Lalu bagaimana agar kita bisa stabil dan ulet? Banyak hal yang mempengaruhi dan salah satunya adalah mendapat dukungan dari teman atau orang-orang yang dekat dengan kita, kehadiran teman akan sangat membantu kita dalam mempertahankan bahkan meningkatkan proses kinerja kita sehingga akan banyak membantu kita untuk menjadi orang yang berhasil.

Apapun bentuk dari dukungan itu harus diterima dengan senang hati, lapang dada (kata orang jawa legowo). Oleh karenanya saya berterimakasih sekali kepada mas arul yang telah memberi saya dukungan berupa Uber (synonym to Super) Amazing Blog Award, suatu kebahagiaan yang belum pernah saya rasakan, mudah-mudahan dengan diberikannya award ini akan menambah semangat saya dalam segala hal. Sekali lagi makasih ya mas arul…… dan sebagai bentuk ucapan terimakasih saya ini, maka tidak ketinggalan saya akan memberikan award ini kepada sahabat-sahabat saya diantaranya:

blog perkembangan pengetahuan alam
blog motivasi
blog woman and family
blog ke2nai
blog dilarang melarang
blog keluarga sehat sejahtera
blog mampir ngombe



Silahkan award tersebut anda copas, semoga akan menjadi pemotivasi kita dalam beraktivitas dan juga akan menambah keakraban kita bersama.
Eitss…!!!, bagi yang blognya belum tertulis diatas, jangan berkecil hati… anda boleh kok mengambil award tersebut…tapi ingat!! Jangan sampai jatuh ke tangan orang jahat hehehe kayak pendekar aja…. :=)

Selanjutnya saya hanya menyampaikan pesan dari mas arul dkk, bagi yang telah mengambil award ini silahkan untuk membaca dan mengikuti prosedur dibawah ini......



received this award from David Funk, who is one of the kindest and enthusiastic blogger I've met on-line.
He is also a good friend of mine. I recommend checking his site out if you haven't yet, and he will gladly return the favor.
Thanks again David for the passing on this award and I really do appreciate it.

Uber (synonym to Super) Amazing Blog Award is a blog award given to sites who:

* inspires you
* makes you smile and laugh
* or maybe gives amazing information
* a great read
* has an amazing design
* and any other reasons you can think of that makes them
* uber amazing

The rules of this award are:

* Copy the badge and put the logo on your blog sidebar or post.
* Nominate at least 5 blogs (can be more) that for you are Uber Amazing!
* Let them know that they have received this Uber Amazing award by commenting on their blog.
* Share the love and link to this this post and to the person you received your award from.
* Come back and comment here so that your link could be added to the master list of awardees.


Selamat mengerjakan dan salam sukses buat semuanya

baca selengkapnya......

Sabtu, Mei 23, 2009

adakah arti sebuah kesuksesan?

Aku selalu bertanya-tanya apakah kesuksesan itu mempunyai arti ?
karena kesuksesan adalah hasil dari pengorbanan, jadi adakah yang bisa membanggakan semua ?

kesuksesan dalam pendidikan berarti pengorbanan selama lebih dari 16 tahun

kesuksesan dalam pekerjaan meraih jabatan yang lebih tinggi berarti kegagalan dari teman-teman kerja kita sekantor.

kesuksesan dalam bisnis berarti kegagalan dari kompetitor bersaing melawan kita.

kesuksesan sebuah bangsa meraih kemerdekaan berarti pengorbanan dari bangsa tsb maupun bangsa yang berkuasa sebelumnya.

kesuksesan para pemimpin besar dunia berarti malapetaka bagi keluarga mereka.

jadi adakah kesuksesan yang "membanggakan" ?


Sukses berarti suatu keinginan.
Keinginan mengakibatkan penderitaan.
berarti sebuah kesuksesan merupakan penderitaan.
Padahal akhir dari apa yang dicari oleh manusia adalah kebebasan yang kekal dari semua penderitaan
jadi adakah arti kesuksesan itu ?

Orang sukses itu tidak identik dengan orang kaya dan orang gagal itu tidak identik dengan miskin. Menang kalahnya seseorang, atau sukses gagalnya seseorang, tidak ditentukan oleh apakah ia kaya atau miskin, melainkan oleh kemenangan atau kekalahan mental orang itu terhadap kekayaan atau kemiskinan.

sukses adalah suatu perjuangan berat yg harus dilalui dgn suatu proses yg panjang. Tapi ketika sukses berubah menjadi suatu kegagalan apakah masih ada suatu perjuangan lagi untuk menuju sukses kembali?

Sukses seseorang yang menilai bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri. Seseorang bisa dikatakan sukses kalau ia sudah bisa merasa puas dan bahagia dengan apa yang telah diraihnya.



sumber: Oong


baca selengkapnya......

Kamis, Mei 07, 2009

tersenyumlah dengan "hati-mu"

Kisah ini saya angkat, agar kita bisa belajar bagaimana tersenyum dengan ikhlas dan tanpa pamrih, silahkan dibaca dengan hati yang tenang... hilangkan semua beban kita sejenak.

Saya adalah ibu dari tiga orang anak dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi. Sang Dosen sangat inspiratif, dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya.

Tugas terakhir yang diberikan ke para siswanya diberi nama "Smiling." Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan memberikan senyumnya kepada tiga orang asing yang ditemuinya dan mendokumentasikan reaksi mereka. Setelah itu setiap siswa diminta untuk mempresentasikan di depan kelas. Saya adalah seorang yang periang, mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang. Jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.

Setelah menerima tugas tersebut, saya bergegas menemui suami saya dan anak bungsu saya yang menunggu di taman di halaman kampus, untuk pergi ke restoran yang berada di sekitar kampus. Pagi itu udaranya sangat dingin dan kering. Sewaktu suami saya akan masuk dalam antrian, saya menyela dan meminta agar dia saja yang menemani si Bungsu sambil mencari tempat duduk yang masih kosong.

Ketika saya sedang dalam antrian, menunggu untuk dilayani, mendadak setiap orang di sekitar kami bergerak menyingkir, dan bahkan orang yang semula antri di belakang saya ikut menyingkir keluar dari antrian.

Suatu perasaan panik menguasai diri saya, ketika berbalik dan melihat mengapa mereka semua pada menyingkir? Saat berbalik itulah saya membaui suatu "bau badan kotor" yang cukup menyengat, ternyata tepat di belakang saya berdiri dua orang lelaki tunawisma yang sangat dekil! Saya bingung, dan tidak mampu bergerak sama sekali.

Ketika saya menunduk, tanpa sengaja mata saya menatap laki-laki yang lebih pendek, yang berdiri lebih dekat dengan saya, dan ia sedang "tersenyum" kearah saya.
Lelaki ini bermata biru, sorot matanya tajam, tapi juga memancarkan kasih sayang. Ia menatap kearah saya, seolah ia meminta agar saya dapat menerima 'kehadirannya' di tempat itu.

Ia menyapa "Good day!" sambil tetap tersenyum dan sembari menghitung beberapa koin yang disiapkan untuk membayar makanan yang akan dipesan. Secara spontan saya membalas senyumnya, dan seketika teringat oleh saya 'tugas' yang diberikan oleh dosen saya. Lelaki kedua sedang memainkan tangannya dengan gerakan aneh berdiri di belakang temannya. Saya segera menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental, dan lelaki dengan mata biru itu adalah "penolong"nya. Saya merasa sangat prihatin setelah mengetahui bahwa ternyata dalam antrian itu kini hanya tinggal saya bersama mereka,dan kami bertiga tiba-tiba saja sudah sampai di depan counter.

Ketika wanita muda di counter menanyakan kepada saya apa yang ingin saya pesan, saya persilahkan kedua lelaki ini untuk memesan duluan. Lelaki bermata biru segera memesan "Kopi saja, satu cangkir Nona." Ternyata dari koin yang terkumpul hanya itulah yang mampu dibeli oleh mereka (sudah menjadi aturan di restoran di sini, jika ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh, maka orang harus membeli sesuatu). Dan tampaknya kedua orang ini hanya ingin menghangatkan badan.

Tiba-tiba saja saya diserang oleh rasa iba yang membuat saya sempat terpaku beberapa saat, sambil mata saya mengikuti langkah mereka mencari tempat duduk yang jauh terpisah dari tamu-tamu lainnya, yang hampir semuanya sedang mengamati mereka. Pada saat yang bersamaan, saya baru menyadari bahwa saat itu semua mata di restoran itu juga sedang tertuju ke diri saya, dan pasti juga melihat semua 'tindakan' saya.

Saya baru tersadar setelah petugas di counter itu menyapa saya untuk ketiga kalinya menanyakan apa yang ingin saya pesan. Saya tersenyum dan minta diberikan dua paket makan pagi (diluar pesanan saya) dalam nampan terpisah.

Setelah membayar semua pesanan, saya minta bantuan petugas lain yang ada di counter itu untuk mengantarkan nampan pesanan saya ke meja/tempat duduk suami dan anak saya. Sementara saya membawa nampan lainnya berjalan melingkari sudut kearah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu untuk beristirahat. Saya letakkan nampan berisi makanan itu di atas mejanya, dan meletakkan tangan saya di atas punggung telapak tangan dingin lelaki bemata biru itu, sambil saya berucap "makanan ini telah saya pesan untuk kalian berdua."

Kembali mata biru itu menatap dalam ke arah saya, kini mata itu mulai basah berkaca-kaca dan dia hanya mampu berkata "Terima kasih banyak, nyonya."
Saya mencoba tetap menguasai diri saya, sambil menepuk bahunya saya berkata "Sesungguhnya bukan saya yang melakukan ini untuk kalian, Tuhan juga berada di sekitar sini dan telah membisikkan sesuatu ke telinga saya untuk menyampaikan makanan ini kepada kalian."

Mendengar ucapan saya, si Mata Biru tidak kuasa menahan haru dan memeluk lelaki kedua sambil terisak-isak. Saat itu ingin sekali saya merengkuh kedua lelaki itu.

Saya sudah tidak dapat menahan tangis ketika saya berjalan meninggalkan mereka dan bergabung dengan suami dan anak saya, yang tidak jauh dari tempat duduk mereka. Ketika saya duduk suami saya mencoba meredakan tangis saya sambil tersenyum dan berkata "Sekarang saya tahu, kenapa Tuhan mengirimkan dirimu menjadi istriku, yang pasti, untuk memberikan 'keteduhan' bagi diriku dan anak-anakku! " Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan saat itu kami benar-benar bersyukur dan menyadari,bahwa hanya karena 'bisikanNya' lah kami telah mampu memanfaatkan 'kesempatan' untuk dapat berbuat sesuatu bagi orang lain yang sedang sangat membutuhkan.

Ketika kami sedang menyantap makanan, dimulai dari tamu yang akan meninggalkan restoran dan disusul oleh beberapa tamu lainnya, mereka satu persatu menghampiri meja kami, untuk sekedar ingin 'berjabat tangan' dengan kami.

Salah satu di antaranya, seorang bapak, memegangi tangan saya, dan berucap "Tanganmu ini telah memberikan pelajaran yang mahal bagi kami semua yang berada disini, jika suatu saat saya diberi kesempatan olehNya , saya akan lakukan seperti yang telah kamu contohkan tadi kepada kami."

Saya hanya bisa berucap "terimakasih" sambil tersenyum. Sebelum beranjak meninggalkan restoran saya sempatkan untuk melihat kearah kedua lelaki itu, dan seolah ada 'magnit' yang menghubungkan bathin kami, mereka langsung menoleh ke arah kami sambil tersenyum, lalu melambai-lambaikan tangannya ke arah kami.

Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah dengan 'cerita' ini di tangan saya. Saya menyerahkan 'paper' saya kepada dosen saya. Dan keesokan harinya, sebelum memulai kuliahnya saya dipanggil dosen saya ke depan kelas, ia melihat kepada saya dan berkata, "Bolehkah saya membagikan ceritamu ini kepada yang lain?" dengan senang hati saya mengiyakan. Ketika akan memulai kuliahnya dia meminta perhatian dari kelas untuk membacakan paper saya. Ia mulai membaca, para siswapun mendengarkan dengan seksama cerita sang dosen, dan ruangan kuliah menjadi sunyi. Dengan cara dan gaya yang dimiliki sang dosen dalam membawakan ceritanya, membuat para siswa yang hadir di ruang kuliah itu seolah ikut melihat bagaimana sesungguhnya kejadian itu berlangsung, sehingga para siswi yang duduk di deretan belakang di dekat saya di antaranya datang memeluk saya untuk mengungkapkan perasaan harunya.

Diakhir pembacaan paper tersebut, sang dosen sengaja menutup ceritanya dengan mengutip salah satu kalimat yang saya tulis diakhir paper saya .

"Tersenyumlah dengan 'hati-mu', dan kau akan mengetahui betapa 'dahsyat' dampak yang ditimbulkan oleh senyummu itu."


Dengan caraNYA sendiri, Tuhan telah 'menggunakan' diri saya untuk menyentuh orang-orang yang ada di restoran itu, suamiku, anakku, guruku, dan setiap siswa yang menghadiri kuliah di malam terakhir saya sebagai mahasiswi. Saya lulus dengan 1 pelajaran terbesar yang tidak pernah saya dapatkan di bangku kuliah manapun, yaitu: "PENERIMAAN TANPA SYARAT."

Banyak cerita tentang kasih sayang yang ditulis untuk bisa diresapi oleh para pembacanya, namun bagi siapa saja yang sempat membaca dan memaknai cerita ini diharapkan dapat mengambil pelajaran bagaimana cara MENCINTAI SESAMA, DENGAN MEMANFAATKAN SEDIKIT HARTA-BENDA YANG KITA MILIKI, dan bukannya MENCINTAI HARTA-BENDA YANG BUKAN MILIK KITA, DENGAN MEMANFAATKAN SESAMA!

Orang bijak mengatakan : Banyak orang yang datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya 'sahabat yang bijak' yang akan meninggalkan JEJAK di dalam hatimu.
Untuk berinteraksi dengan dirimu, gunakan nalarmu. Tetapi untuk berinteraksi dengan orang lain, gunakan HATImu! Orang yang kehilangan uang, akan kehilangan banyak, orang yang kehilangan teman, akan kehilangan lebih banyak! Tapi orang yang kehilangan keyakinan, akan kehilangan semuanya! Tuhan menjamin akan memberikan kepada setiap hewan makanan bagi mereka, tetapi DIA tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka, hewan itu tetap harus BERIKHTIAR untuk bisa mendapatkannya.


Orang-orang muda yang 'cantik' adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang 'cantik' adalah hasil karya seni. Belajarlah dari PENGALAMAN MEREKA, karena engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk bisa mendapatkan semua itu dari pengalaman dirimu sendiri.




sumber: Oong

baca selengkapnya......

Sabtu, Februari 28, 2009

wujud sebuah cinta

Ada sebuah cerita:

Suami saya adalah seorang insinyur, saya mencintai sifatnya yang alami dan saya menyukai perasaan hangat yang muncul di hati saya ketika saya bersandar dibahunya.
Tiga tahun dalam masa perkenalan, dan dua tahun dalam masa pernikahan. Saya harus akui, bahwa saya mulai merasa lelah, alasan-alasan saya mencintainya dulu telah berubah menjadi sesuatu yang menjemukan.
Saya seorang wanita yang sentimentil dan benar-bener sensitif serta berperasaan halus. Saya merindukan saat-saat romantis seperti seorang anak yang menginginkan permen. Tetapi semua itu tidak pernah saya dapatkan. Suami saya jauh berbeda dari yang saya harapkan. Rasa sensitif-nya kurang dan ketidak mampuannya dalam membangun suasana yang romantis dalam pernikahan kami telah mementahkan semua harapan saya akan cinta yang ideal.

Suatu hari, saya beranikan diri untuk mengatakan keputusan saya kepadanya, bahwa saya menginginkan perceraian.
"Mengapa?". dia bertanya dengan terkejut. "Saya lelah, kamu tidak pernah bisa memberikan cinta yang saya inginkan" Dia terdiam dan termenung sepanjang malam di depan komputernya, tampak seolah-olah sedang mengerjakan sesuatu, padahal tidak.
Kekecewaan saya semakin bertambah, seorang pria yang bahkan tidak dapat mengekspresikan perasaannya, apalagi yang bisa saya harapkan darinya?
Dan akhirnya dia bertanya, "Apa yang dapat saya lakukan untuk merubah pikiranmu?". Saya menatap matanya dalam-dalam dan menjawab dengan pelan.
"Saya punya pertanyaan, jika kamu dapat menemukan jawabannya di dalam hati saya, saya akan merubah pikiran saya. Seandainya, saya menyukai setangkai bunga indah yang ada di tebing gunung dan kita berdua tahu jika kamu memanjat gunung itu, kamu akan mati. Apakah kamu akan melakukannya untuk saya?"
Dia termenung dan akhirnya berkata, "Saya akan memberikan jawabannya besok." Hati saya langsung gundah mendengar responnya.


Keesokan paginya, dia tidak ada dirumah, dan saya menemukan selembar kertas dengan coretan-coretan tangannya dibawah sebuah gelas yang berisi susu hangat yang bertuliskan.
"Sayang, saya tidak akan mengambil bunga itu untukmu, tetapi ijinkan saya untuk menjelaskan alasannya."
Kalimat pertama ini menghancurkan hati saya, saya melanjutkan untuk membacanya.

"Kamu bisa mengetik di komputer dan selalu mengacaukan program di PC-nya dan akhirnya menangis di depan monitor, saya harus memberikan jari-jari saya supaya bisa membantumu dan memperbaiki programnya."

"Kamu selalu lupa membawa kunci rumah ketika kamu keluar rumah, dan saya harus memberikan kaki saya supaya bisa mendobrak pintu, dan membukakan pintu untukmu ketika pulang."

"Kamu suka jalan-jalan ke luar kota tetapi selalu nyasar di tempat-tempat baru yang kamu kunjungi, saya harus menunggu di rumah agar bisa memberikan mata saya untuk mengarahkanmu.”

"Kamu selalu pegal-pegal pada waktu 'teman baikmu' datang setiap bulannya, dan saya harus memberikan tangan saya untuk memijat kakimu yang pegal.”

"Kamu senang diam di rumah, dan saya selalu kawatir kamu akan menjadi 'aneh'. Dan saya harus membelikan sesuatu yang dapat menghiburmu di rumah atau meminjamkan lidahku untuk menceritakan hal-hal lucu yang aku alami.”

"Kamu selalu menatap komputermu, membaca buku dan itu tidak baik untuk kesehatan matamu, saya harus menjaga mata saya agar ketika kita tua nanti, saya masih dapat menolong mengguntingkan kukumu dan mencabuti ubanmu.”

"Tanganku akan memegang tanganmu, membimbingmu menelusuri pantai, menikmati matahari pagi dan pasir yang indah. Menceritakan warna-warna bunga yang bersinar dan indah seperti cantiknya wajahmu"

"Tetapi sayangku, saya tidak akan mengambil bunga itu untuk mati. Karena, saya tidak sanggup melihat air matamu mengalir menangisi kematianku.”

"Sayangku, saya tahu, ada banyak orang yang bisa mencintaimu lebih dari saya mencintaimu.”
"Untuk itu sayang, jika semua yang telah diberikan tanganku, kakiku, mataku, tidak cukup bagimu, aku tidak bisa menahan dirimu mencari tangan, kaki, dan mata lain yang dapat membahagiakanmu.”


Air mata saya jatuh ke atas tulisannya dan membuat tintanya menjadi kabur, tetapi saya tetap berusaha untuk membacanya.

"Dan sekarang, sayangku, kamu telah selesai membaca jawaban saya. Jika kamu puas dengan semua jawaban ini, dan tetap menginginkanku untuk tinggal di rumah ini, tolong bukakan pintu rumah kita, saya sekarang sedang berdiri disana menunggu jawabanmu.”
"Jika kamu tidak puas, sayangku, biarkan aku masuk untuk membereskan barang-barangku, dan aku tidak akan mempersulit hidupmu. Percayalah, bahagiaku bila kau bahagia.”

Saya segera berlari membuka pintu dan melihatnya berdiri di depan pintu dengan wajah penasaran sambil tangannya memegang susu dan roti kesukaanku.
Oh, kini saya tahu, tidak ada orang yang pernah mencintai saya lebih dari dia mencintaiku.
Itulah cinta, di saat kita merasa cinta itu telah berangsur-angsur hilang dari hati kita karena kita merasa dia tidak dapat memberikan cinta dalam wujud yang kita inginkan, maka cinta itu sesungguhnya telah hadir dalam wujud lain yang tidak pernah kita bayangkan sebelumnya.
Seringkali yang kita butuhkan adalah memahami wujud cinta dari pasangan kita, dan bukan mengharapkan wujud tertentu. Karena cinta tidak selalu harus berwujud "bunga”.




sumber: Oong

baca selengkapnya......

Selasa, Februari 17, 2009

Melihat kebaikan dari semua peristiwa, bukan keburukannya

Alkisah disebuah desa ada seorang anak yang sering menggerutu dan marah-marah. dia selalu bersikap seperti itu terhadap peristiwa baik maupun buruk yang menimpa dirinya, bahkan suatu kejadian yang baik maupun buruk, dilihat maupun didengarnya, secara langsung maupun tidak langsung, selalu di komentarinya dengan negatif. Bila ia diperingati oleh orang yang di hormati seperti kepala desa, guru maupun orangtuanya ia akan menggerutu dan berkata "sial-sial, hari ini benar-benar hari yang menyebalkan".

Pada suatu hari si anak penggerutu itu pergi bersama ayahnya menuju desa tetangga untuk menemui sanak saudara mereka disana, ditengah perjalanan mereka melewati sebuah sungai dengan jembatan. Tiba-tiba si anak terpeleset dan jatuh kesungai, ayahnya dengan sigap meloncat kedalam arus yang deras itu dan berhasil menyelamatkan anaknya.


Setelah sampai ditepi sungai si anak yang banyak menelan air tadi nafasnya mulai terengah-engah dan disertai batuk. Kemudian si anak bertanya kepada ayahnya. "Ayah ! mengapa perlu waktu yang lama untuk menyelematkan saya !" katanya, "apakah ayah ingin membiarkan saya mati tenggelam !?" lanjutnya. si ayah terperanjat mendengar kata-kata anaknya sedangkan si anak terus melakukan apa yang dilakukan oleh seorang penggerutu yaitu terus mengomel. Akhirnya ayahnya dengan sikap tenang dan pasrah mengajak anaknya untuk kembali pulang, mereka berdua berjalan dengan tenang, si ayah yang berjalan didepan seolah-olah tak terjadi apa-apa sedangkan si anak yang berjalan dibelakang terus mengomel disepanjang jalan.

Setelah sampai dirumah, mereka berdua membersihkan diri dan berganti pakaian, lalu sang ayah mengambil selembar kertas putih, kemudian membuat suatu titik kecil hitam ditengah dengan tinta, kemudian si ayah memanggil anaknya dan bertanya "anakku coba katakan apa yang kau lihat dari kertas ini." "HITAM !" jawab anaknya, kemudian ayahnya berkata "anakku mengapa engkau seperti itu? di kertas ini lebih banyak putihnya daripada hitamnya, mengapa kau selalu begitu." "mengapa pula kau dengan mudah melihat hal-hal buruk pada orang lain, namun mengapa kau tak pernah melihat kebaikkannya." "anakku sayang, berubahlah"
anaknya terperangah dan malu mendengar nasehat ayahnya, kemudian dia merubah sudut pandangnya sedikit demi sedikit untuk melihat kebaikan dari semua peristiwa bukan pada keburukannya dan akhirnya ia menjadi orang bijak di desa tersebut.


sumber: O'ong

baca selengkapnya......

Senin, Februari 09, 2009

menikah

Menikah adalah bagian dari ibadah. Karena itu, tidak ada memperberat kepada orang yang hendak melaksanakannya, sedangkan hukum nikah itu sendiri, adakalanya wajib, adakalanya sunnah, adakalanya mubah dan adapula yang makruh dan yang haram. Perubahan hukum tersebut sangat tergantung pada yang bersangkutan. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi wajib. Bagi orang yang sudah mempunyai kemampuan lahir dan batin, tapi masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya adalah sunnah. Bagi orang yang belum mempunyai kemampuan lahir dan batin, serta masih mampu mengendalikan syahwat, maka menikah baginya menjadi mubah, sedang bagi orang yang sudah tidak mampu lagi mengendalikan syahwat, serta belum mempunyai kesiapan lahir dan batin, maka menikah baginya adalah makruh. Dan bagi orang yang menikah dengan maksud untuk menyakiti atau menter-lantarkan perempuan, maka menikah baginya adalah haram. Yang dimaksud lahir dan batin disini adalah jika kita telah memiliki biaya pernikahan, baik mahar, nafkah maupun kesiapan mendidik anak, maka segeralah untuk menikah. Sebab menikah merupakan bagian dari kesempurnaan dalam beragama. Rasulullah telah menegaskan: “Apabila seseorang melaksanakan pernikahan, berarti telah menyempurnakan separo agamanya, maka hendaklah dia menjaga separo yang lain dengan bertakwa kepada Allah.” (HR.Baihaqi dari Anas bin Malik)
Bagaimana kita memulainya?


Motivasi pernikahan.
Pernikahan merupakan gerbang menuju kehidupan suami isteri. Pernikahan yang sejalan dengan tuntunan sunnah akan menghasilkan kehidupan rumah tangga yang ideal dan semata-mata berharap mendapat ridha-Nya, motivasi pernikahan yang benar merupakan jaminan bagi keberhasilan hidup berumahtangga. Dalam sebuah hadist shahih telah dituturkan bahwa motivasi seseorang melakukan pernikahan ada empat perkara: “Wanita dinikahi karena empat perkara, pertama karena hartanya, kedua, karena keturunannya, ketiga karena kecantikannya, keempat karena agamanya. Pilihlah olehmu, wanita yang beragama, niscaya kamu akan bahagia." (HR. Bukhari Muslim)

Memilih calon suami-isteri
Setelah menetapkan motivasi pernikahan yang benar, berikutnya adalah menentukan calon suami dan isteri. Sebelum menjatuhkan pilihannya, seorang muslim dan muslimat wajib memahami terlebih dahulu kriteria muslim dan muslimat yang boleh dinikahinya, serta sifat calon suami dan isteri yang baik. Calon suami yang baik pasti akan menggauli isterinya dengan cara yang ma’ruf. Ia akan berperilaku menyenangkan, bertanggung jawab, dan tidak mendzalimi isterinya dan anaknya. Secara optimal ia akan berusaha membina rumah tangganya sesuai dengan tuntunan Rasulullah saw. Demikian juga seorang isteri akan memegang peran sentral sebagai ibu dan pengatur rumah tangga. Ia berkewajiban untuk mengasuh anak, mendidik anak, mengatur urusan rumah tangga. Dengan demikian, wanita yang akan dinikahi hendaknya bisa melaksanakan fungsinya sebagai ibu dan pengatur rumah tangga.

Melamar
Melamar/khithbah bisa dilakukan oleh kedua belah pihak (pria atau wanita), walaupun biasanya pihak pria yang melamar wanita. Prinsip dari melamar adalah menanyakan kesediaan kedua belah pihak untuk menjadi pasangannya. Hal ini bisa dilakukannya secara langsung, atau lewat perantara. Jika dilakukannya secara langsung, maka ada hal-hal yang perlu diperhatikan, misalnya tidak berkhalwat. Melamar merupakan salah satu tahapan sebelum memasuki jenjang pernikahan. Setelah ada persetujuan kedua belah pihak (pria dan wanita), biasanya berlanjut dengan saling mengenal keluarga masing-masing dan melakukan pembicaraan-pembicaraan tentang rencana berikutnya, seperti penetapan tanggal pernikahan dan segala teknis pelaksanaannya. Tidak ada batasan secara pasti berapa lama tenggang waktu antara melamar dengan menikah. Tetapi sebaiknya dilakukan secepatnya, hal ini untuk menjaga kemuliaan masing-masing pihak. Disamping itu bukan berarti setelah dipinang kemudian dapat melakukan interaksi tanpa kendali di antara keduanya, termasuk acara yang disebut tukar cincin, hal yang demikian adalah sangat bertentangan dengan ajaran syariat islam. Disamping menyerupai adat jahiliyah, acara itu tidak ada landasan dasarnya. Bahkan di dalamnya terkandung perbuatan yang diharamkan agama, yakni saling memegang memasukkan cincin ke jari manis masing-masing, padahal keduanya belum syah menjadi pasangan suami isteri.

Pernikahan
Setelah semuanya sepakat mengenai hari pelaksanaan segera saja dilakukan Ijab Qabul dan walimah, Akad pernikahan dianggap syah, jika terdapat ijab dan qabul. Ijab adalah ucapan awal yang diucapkan dan berasal dari salah satu pihak yang melakukan aqad. Sedangkan qabul adalah ucapan yang disampaikan setelah ijab. Ijab qabul harus berbentuk kalimat lampau (shighat madliy). Misalnya, “Aku telah menikahkan, atau aku telah menerimanya”. Dua orang saksipun diwajibkan, sebagaimana firman Allah swt; “…dan saksikanlah oleh dua orang yang adil di antara kalian…(QS. Al-Thalaq:2)
Rasulullah saw bersabda: “Tidak ada nikah kecuali dengan seorang wali dan dua orang saksi.” (HR.Baihaqiy dan Daruquthniy).
Dalam hal walimah pernikahan, harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan dalam islam, ada beberapa hal yang disunnahkan dalam pelaksanaan ini, yang pertama menyembelih seekor kambing atau lebih, bila mampu; kedua menghidangkan hidangan ala kadarnya, bila tidak mampu menyajikan daging; ketiga berniat mengikuti sunnah Rasul, bukan dengan niat yang lain; dan keempat dalam hal walimah harus benar-benar menjauhi perkara yang tidak layak dilakukan dalam pandangan agama islam.
Pelaksanaan pernikahan harus dilaksanakan secara sederhana, termasuk dalam hal pembayaran mahar, adapun mahar disini adalah sesuatu yang diberikan oleh calon suami kepada perempuan yang akan dinikahi, baik berupa uang maupun barang. Membayar mahar hukumnya adalah wajib, namun tidak termasuk rukun nikah. Karena itu, bila mahar tidak disebut dalam pelaksanaan akad nikah, maka pernikahannya tetap syah. Namun semua itu harus didasarkan pada kemudahan, tidak memberatkan dan tidak pula menyulitkan bagi pelakunya. Karena pernikahan dilaksanakan tidak lain hanyalah untuk melaksanakan sunatullah dan melaksanakan perintah yang telah ditetapkan Allah swt.

Mudah-mudahan ada manfaatnya, bagi yang baru menikah saya ucapkan Barakallohu laka wabaroka 'alaika wa jama'a bainakuma fii khaiir, semoga menjadi keluarga yang sakinah mawaddah warahmah, amin


buku rujukan: merajut kehidupan pasca pernikahan & menikahlah, engkau menjadi kaya

baca selengkapnya......

Minggu, Februari 01, 2009

rasa baktiku kepadamu

Berbakti dan berbuat baik kepada orang tua, mengasih sayangi, mendoakan, taat dan patuh kepadanya, menunaikan kewajiban terhadapnya dan melakukan hal-hal yang membuat kedua orangtua ridho, serta meninggalkan sesuatu yang membuatnya murka adalah kewajiban yang harus dilaksanakan setiap anak.

Orangtua adalah perantara bagi kehadiran kita dimuka bumi ini, merekalah yang pertama kali mengasuh, mengajar dan mendidik kita. Hadirnya seorang ibu yang telah mengandung selama ± 9 bulan, menjaga kandungannya dengan penuh kasih-sayang, selalu rutin membawanya ke bidan untuk memeriksakan kondisi kandungan serta kondisi kesehatannya. Dalam mengerjakan sesuatu ia selalu berhati-hati, tidak berani mengerjakan yang menurutnya akan membawa dampak buruk bagi kandungannya, dalam hal makanpun beliau akan selalu memilih setiap apa yang akan dimakan, setiap hari selalu berdoa agar kandungannya sehat, lahir dengan sempurna dan agar kelak menjadi anak yang sholeh/sholehah. Sampai pada proses kelahiranpun beliau menghadapi dengan tegar meski nyawa sebagai taruhannya. Dan tidak berhenti disitu, setelah anaknya lahir beliau disibukkan dengan menyusui, ditengah malam yang dingin ibu pun dengan ikhlas mengganti pakaian yang basah, rasa sabar dan tabah senantiasa menghiasi dirinya.
Sementara ayah dengan bermandikan keringat bersusah payah mencari nafkah demi kelangsungan hidup sang anak, tanpa sedikitpun merasa lelah dan menderita, bahkan dengan ikhlas melakukannya demi masa depan anak-anak.

Jadi sangat keterlaluan seandainya kita mengabaikan serta menyia-nyiakan kasih sayang dan penderitaan orang tua, membiarkan orang tua hidup terlantar dan sengsara pada akhir hayatnya, sangat besar dosanya bila kita sebagai anak yang telah dibesarkan dalam belaian kasih sayangnya tidak menjunjung tinggi perintahnya, memelihara dan menyantuni orangtua, sekalipun mereka sama sekali tidak mengharapkan imbalan balasan dari anaknya. Balasan kebaikan bukan satu-satunya harapan, tetapi menjadi insan yang berguna merupakan dambaan ibu dan bapak setiap saat.

Dengan melihat perjuangan beliau, lalu apa yang bisa kita berikan? Ada beberapa hal yang akan membuat hati orang tua menjadi lega dan bangga, yaitu:


Pertama: berbakti
Pada suatu waktu ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah, seraya berkata: ”Ya Rasulullah, aku ingin sekali berjihad, akan tetapi aku tidak memiliki kemampuan untuk melaksanakannya.” Rasulullah balik bertanya: “Adakah salah seorang diantara orang-tuamu masih hidup?” Jawabnya: “Ya,Ibuku masih hidup.” Maka Rasulullah kemudian bersabda: “Temuilah Allah dengan bersikap berbakti kepada orangtuamu, jika kamu melakukannya maka berarti beroleh pahala sama dengan pahala orang yang beribadah haji, umrah dan berjihad di jalan Allah.” Demikian Imam Abu Ya’la & Thabrani meriwayatkan. Jadi. Berbakti kepada orangtua adalah lebih utama daripada berjihad di jalan Allah.
Berbakti kepada kedua orangtua tidak terbatas hanya ketika kedua orangtua masih hidup, bahkan hal ini masih tetap terbuka sekalipun mereka berdua telah tiada. Salah satu diantaranya ialah ber-silaturrahim atau memelihara hubungan persaudaraan dengan teman-teman orangtua.

Kedua: mengabdi dan rendah diri
Pengabdian anak terhadap orangtuanya sangatlah penting namun pengabdian ini harus dilandasi dengan keimanan, artinya jika apa yang diperintahkan ternyata dilarang oleh agama maka tidak ada kewajiban atas perintahnya. Hanya saja sebagai anak tetap berkewajiban menggauli dengan baik, selalu bersikap rendah diri. Sikap santun dan berbakti kepadanya senantiasa harus ditunjukkan.
Selalu menghargai dan menghormati orangtua, tidak mengeluarkan kata-kata yang buruk atau kata-kata yang membuat hati orangtua tersinggung.

Ketiga: Merawatnya
Suatu kewajiban bagi sang anak adalah merawat kedua orangtuanya, sebagaimana beliau telah merawat kita sejak dalam kandungan hingga menjadi dewasa, mendidik kita, serta memberi perlindungan.

Keempat: Silaturrahim
Selalu menjaga hubungan baik dengan orangtua meskipun jaraknya jauh, hal ini bisa kita lakukan dengan silaturrahim. Disaat ada waktu senggang selalu mengunjunginya atau dengan memanfaatkan kecanggihan teknologi yang sekarang sudah marak.
Hal ini agar hubungan anak dan orangtua tetap terjaga, sehingga akan tercipta nuansa romantis.

Kelima: Mendoakan
Setidaknya ada tiga amalan yang akan terus mengalir pahalanya meskipun pemiliknya telah meninggal dunia, tiga amalan tersebut adalah, Ilmu yang bermanfaat; Amal jariyah dan Doa anak sholeh.
Setiap orangtua akan merasa senang jika telah memberikan yang terbaik kepada anak-anaknya termasuk mendidiknya, mengajari anaknya untuk selalu beramal dan memberi bekal agama yang kuat agar anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah.
Sedangkan doa kepada orangtua yang paling sering kita dengar adalah:
“Robbighfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa robbayaanii shoghiiroo”
Artinya: “ Ya Tuhanku, ampunilah dosaku dan dosa kedua orangtua-ku, sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku sewaktu aku masih kecil”

Jadi orangtua adalah cermin masa depan anak, bila dalam rumah tangga terbina hubungan yang harmonis antar anggota keluarga, saling memenuhi hak masing-masing serta saling menghormati. Maka sudah barang tentu anak-anak pun pada masa mendatang akan selalu menjunjung tinggi perintah orangtua, memelihara dan menjaganya ketika sudah lanjut usia, karena meskipun kita telah berbuat baik tapi jika kita masih mendurhakai orangtua sama halnya kita durhaka kepada Allah. Ada sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Thabrani “Taat kepada orangtua berarti taat kepada Allah, dan durhaka kepada orangtua berarti durhaka kepada Allah.”
Marilah kita bersama-sama untuk selalu berbuat baik, patuh, taat dan berbakti kepada kedua orangtua kita.
Mudah-mudahan ada manfaatnya.

baca selengkapnya......