Subscribe

Powered By

Powered by Blogger

Sabtu, Januari 07, 2012

SEMANGAT di tahun NAGA

Seorang bocah laki – laki masuk ke sebuah toko. Ia mengambil peti minuman dan mendorongnya ke dekat pesawat telepon koin, lalu ia naik ke atasnya sehingga ia bisa menekan tombol angka di telepon dengan leluasa. Ditekannya 7 digit angka. Si pemilik toko mengamati tingkah bocah ini dan menguping percakapan teleponnya.

Bocah: Ibu, bisakah saya mendapat pekerjaan memotong rumput di halaman Ibu?

Ibu (di ujung telepon sebelah sana): Saya sdh punya org untuk mengerjakannya.

Bocah: Ibu bisa bayar saya 1/2 upah dari orang itu.

Ibu: Saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu.

Bocah (dengan sedikit memaksa): Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar Ibu dan saya jamin di hari Minggu halaman rumah Ibu akan jadi yang tercantik di antara rumah – rumah yang berada di kompleks perumahan ibu.

Ibu: Tidak, terima kasih.

Dengan senyuman di wajahnya, bocah itu menaruh kembali gagang telepon. Si pemilik took yang sedari tadi mendengarkan, menghampiri bocah itu.

Pemilik Toko: Nak, aku suka sikapmu, semangat positifmu, dan aku ingin menawarkanmu pekerjaan.

Bocah: Tidak. Makasih.

Pemilik Toko: Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan.

Bocah: Oh, itu, Pak. Saya cuma mau mengecek apa kerjaan saya sdh bagus. Sayalah yang bekerja untuk Ibu tadi!

Seperti anak kecil ini, sebaiknyalah kita mengevaluasi tentang apa yang kita kerjakan di tahun 2011 untuk memastikan kualitas yang lebih baik di tahun 2012 besok.

Ingatlah ......

"WAKTU seperti sungai, kamu tidak bisa menyentuh air yang sama untuk kedua kalinya, karena air yang telah mengalir akan terus berlalu dan tidak akan pernah KEMBALI".

Untuk itu ...

Buat Hidupmu Lebih BERARTI di tahun 2012.









from email: ira

baca selengkapnya......

Senin, Juli 19, 2010

3 Tips Usaha Kecil dalam Bertahan di Tengah Krisis

Krisis perekonomian dan resesi global mengakibatkan banyak perusahaan-perusahaan raksasa harus ambruk dan gulung tikar. Sementara itu, bagi usaha kecil, krisis ini bisa menjadi ancaman sekaligus peluang. Bagaimana bisa begitu? Dan bagaimana usaha kecil bisa mengubah ancaman menjadi peluang di tengah krisis?

Hari demi hari berjalan, dan berita buruk mengenai perekonomian terus mendera. Satu demi persatu korban berjatuhan, baik yang bangkrut hingga mengalami kondisi nyaris bangkrut. Mulai dari Bear Stearns, Lehman Brothers, AIG, General Motors hingga Circuit City dan sejumlah nama lainnya, kebesaran mereka tidak menjanjikan akan kesuksesan yang going concern.

Dalam kondisi perekonomian yang serba sulit ini, maka besarnya skala operasional yang dimiliki perusahaan besar justru menjadi momok bagi mereka. Konsumen yang memangkas pengeluaran mengakibatkan perusahaan mengalami kehilangan penjualan yang besar. Di pihak lain, perusahaan harus tetap membiayai operasional harian yang punya skala besar. Arus kas masuk tidak sebanding dengan yang keluar. Sehingga, kejatuhan tidak bisa dihindari lagi.

Sementara itu, bagi usaha kecil, kondisinya tentu juga semakin sulit di tengah perekonomian seperti ini. Namun, bukan berarti usaha kecil tidak bisa mengubah ancaman menjadi peluang di tengah krisis global ini. Berikut ini adalah beberapa guideline singkat bagi usaha kecil:

Keep Lean
Pertama, usaha kecil harus memastikan bahwa organisasinya cukup lean atau ramping. Artinya, perusahaan tidak memanfaatkan terlalu banyak sumber daya. Sumber daya yang saat ini ada sebaiknya dimanfaatkan dulu sebaik mungkin.

Misalnya perusahaan tergoda untuk melakukan ekspansi, yang tentunya akan memperluas skala operasi. Hal ini perlu dipertimbangkan secara masak-masak, karena tentunya ini akan membutuhkan sumber daya yang semakin besar. Begitu pula dengan SDM, sebaiknya dibiarkan ramping. Spesialisasi tidak masalah, namun sebaiknya potensi tiap orang dimaksimalkan terlebih dulu, sehingga menekan biaya.

Keep Differentiation
Meskipun bisnis Anda cuma usaha kecil, namun bukan berarti diferensiasi bisa Anda tinggalkan. Justru diferensiasilah yang menjadi kekuatan Anda dibandingkan dengan pesaing besar. Misalnya, Anda bisa mengamati kekuatan dan kelemahan dari bisnis pesaing, kemudian sasar titik kelemahan pesaing.

Contohnya adalah bisnis makanan. Kita bisa melihat bahwa saat ini warung-warung tenda tidak kalah suksesnya dibandingkan dengan restoran besar. Bahkan dalam beberapa segi mungkin mereka menang, misalnya rasa dan harga. Jika Anda bisa menciptakan makanan dengan cita rasa yang berbeda, itupun sudah menjadi diferensiasi.

Keep Marketing + Service
Seringkali masalah utama dari usaha kecil adalah dari segi pemasaran. Namun, di era sekarang ini, bahkan aktivitas pemasaran tidak membutuhkan harga mahal. Anda bisa melakukan promosi melalui internet, yang biayanya lebih murah, hingga menyebarkan informasi melalui milis, forum, ataupun situs social networking. Sehingga, tidak ada alasan untuk tidak melakukan pemasaran.

Dan yang terpenting, jaga selalu pelayanan Anda dengan baik. Karena pelanggan yang puas, cenderung untuk melakukan word-of-mouth ataupun memberi rekomendasi kepada temannya, yang tentunya ini bermanfaat sebagai aktivitas pemasaran bagi bisnis Anda.




Thanks to : chef krendo - hoteliers

baca selengkapnya......