Subscribe

Powered By

Powered by Blogger

Jumat, Desember 25, 2009

' harapan '

Suatu ketika kamu tersesat di hutan belantara. Bekal perjalanan habis, kompas tak punya, alat komunikasi pun tak ada, lalu benarkah sudah tidak ada sama sekali yang kamu punya untuk bertahan hidup? Tidak, kamu masih punya satu kekuatan besar untuk bertahan hidup, yaitu harapan.

Harapan, jangan pernah kita remehkan. Meski ia tidak tampak tapi sebetulnya ia adalah kekuatan yang amat besar. Dengan harapan, kita bisa melakukan apa yang kita mau. Kita mau menunggu sepanjang apapun itu jika masih ada harapan di hati. Banyak pekerjaan besar bisa diselesaikan oleh sedikit orang karena adanya harapan.

Kembali pada kisah tersesat dihutan, walaupun kamu punya kemampuan teknis menjelajah hutan, lengkap dengan peralatannya, tetap tidak ada artinya bila kamu telah putus harapan. Kamu sudah tercekam rasa takut, bayangan kematian sudah masuk ke dalam otak, dan kecemasan kehilangan orang-orang yang kamu cintai sudah menusuk, maka kemampuan teknis menaklukkan alam jadi percuma.

Menurut kebanyakan orang, harapan itu akan ada kalau kita punya kesempatan. Misal, remaja yang dikelasnya cerdas, punya fasilitas belajar yang lengkap, akan mudah jadi juara kelas dibandingkan teman-temannya yang lain. Sama seperti dalam peperangan, biasanya pasukan yang persenjataannya komplit, jumlah personilnya lebih banyak, selalu punya kesempatan untuk menang lebih besar.

Tapi kenyataannya tidaklah seperti itu, banyak remaja yang ‘biasa-biasa’ saja tapi bisa berprestasi, sementara banyak remaja yang punya peluang begitu besar untuk sukses malah ‘susah’ berprestasi. Fasilitas yang lengkap jadi nggak berarti kalau diri kita nggak pernah menaruh harapan untuk sukses.


Ada dua hal yang bisa membuat harapan seseorang semakin besar, yang pertama buat optimisme tambah besar; yang kedua terletak pada kekuatan fisik dan kekuatan moral. Dalam peperangan, para prajurit akan bertempur dengan semangat tinggi kalau merasa persenjataannya komplit, jumlah tentaranya banyak, dan dipimpim oleh komando yang jago strategi perang. Kalaupun fisik lemah, tapi moral berperang besar, lawan masih bisa dikalahkan. Pujian dan sanjungan juga lumayan ampuh bikin nyali orang makin besar.

Kata Bobby DePotter, pengarang buku Quantum Learning, anak-anak dan remaja yang sering dipuji oleh orang tuanya rata-rata punya prestasi belajar yang lebih bagus dibandingkan mereka yang sering dicela.

Tapi kamu harus tahu bahwa ada satu lagi kekuatan yang berada diatas keduanya, yaitu kekuatan ruhiyah. Kanapa? Karena kekuatan ruhiyah ini akarnya adalah keimanan. Ia jauh lebih dalam menembus batin seseorang. Ia bisa membuat orang demikian bersemangat dalam berjuang/berusaha. Keimanan tidak akan goyah meskipun fisik seseorang lemah dan Keimanan tidak akan goyah meskipun orang disekitarnya tidak mendukung usahanya.

Remaja yang menaruh harapan pada Alloh, meminta keselamatan, pertolongan, kemenangan dan surgaNya, akan jauh lebih kuat daripada yang menaruh harapan pada selainNya. Karena, ia yakin kalau setiap langkah yang dikayuh, setiap tetes keringat yang jatuh, akan menuai kesuksesan. Andaipun tidak didunia, ada kesuksesan lain yang akan diraih, yaitu pahala.

Supaya kita menjadi orang yang panjang pengharapan, optimisme menghadapi kehidupan, tanamkanlah pohon keimanan sedalam-dalamnya dalam lubuk hati kita.
Pancangkan akarnya, rawat batangnya dan jaga rantingnya. Insya Alloh kita akan menuai buahnya yang sedap lagi indah. Jika sudah demikian, tidak ada lagi yang bisa menghalangi kita untuk berjuang.

Selamat berjuang semoga Alloh memberi kemudahan pada diri kita untuk menjadi orang sukses, Amin







dirangkum dari: permata edisi 23 tahun VIII 1-30 mei 2004

baca selengkapnya......

Sabtu, Desember 19, 2009

syarat perceraian

Cerita ini saya angkat agar kita bisa mengambil hikmah dari sebuah kehidupan rumah tangga yang sudah bertahun-tahun dibina, betapapun kehidupan rumah tangga itu telah dihadiri oleh hadirnya orang ketiga maka sebuah cinta sejati tidak akan menggoyahkan hubungan pernikahan yang suci.
Silahkan cerita ini dibaca dengan situasi yang tenang:

Pada hari pernikahanku, aku membopong istriku. Mobil pengantin berhenti didepan flat kami yang cuma berkamar satu. Sahabat-sahabatku menyuruhku untuk membopongnya begitu keluar dari mobil. Jadi kubopong ia memasuki rumah kami, Ia kelihatan malu-malu. Aku adalah seorang pengantin pria yang sangat bahagia. Ini adalah kejadian 10 tahun yang lalu.

Hari-hari selanjutnya berlalu demikian simpel seperti secangkir air bening. Kami mempunyai seorang anak, saya terjun ke dunia usaha dan berusaha untuk menghasilkan banyak uang. Begitu kemakmuran meningkat, jalinan kasih diantara kami pun semakin surut. Ia adalah pegawai sipil. Setiap pagi kami berangkat kerja bersama-sama dan sampai dirumah juga pada waktu yang bersamaan.

Anak kami sedang belajar di luar negeri. Perkawinan kami kelihatan bahagia. Tapi ketenangan hidup berubah dipengaruhi oleh perubahan yang tidak kusangka-sangka. Dew hadir dalam kehidupanku.

Waktu itu adalah hari yang cerah. Aku berdiri di balkon dengan Dew yang sedang merangkulku. Hatiku sekali lagi terbenam dalam aliran cintanya. Ini adalah apartment yang kubelikan untuknya.
Dew berkata , "Kamu adalah jenis pria terbaik yang menarik para gadis."

Kata-katanya tiba-tiba mengingatkanku pada istriku. Ketika kami baru menikah, istriku pernah berkata, "Pria sepertimu, begitu sukses, akan menjadi sangat menarik bagi para gadis." Berpikir tentang ini, Aku menjadi ragu-ragu. Aku tahu kalau aku telah menghianati istriku, tapi aku tidak sanggup menghentikannya. Aku melepaskan tangan Dew dan berkata, "Kamu harus pergi membeli beberapa perabot, O.K.?.Aku ada sedikit urusan dikantor" Kelihatan ia jadi tidak senang karena aku telah berjanji menemaninya.

Pada saat tersebut, ide perceraian menjadi semakin jelas dipikiranku walaupun kelihatan tidak mungkin. Bagaimanapun,aku merasa sangat sulit untuk membicarakan hal ini pada istriku. Walau bagaimanapun ku jelaskan, ia pasti akan sangat terluka. Sejujurnya, ia adalah seorang istri yang baik. Setiap malam ia sibuk menyiapkan makan malam. Aku duduk santai didepan TV. Makan malam segera tersedia. Lalu kami akan menonton TV sama-sama. Atau aku akan menghidupkan komputer, membayangkan tubuh Dew. Ini adalah hiburan bagiku.



Suatu hari aku berbicara dalam guyon, "Seandainya kita bercerai, apa yang akan kau lakukan?" Ia menatap padaku selama beberapa detik tanpa bersuara. Kenyataannya ia percaya bahwa perceraian adalah sesuatu yang sangat jauh darinya. Aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia akan menghadapi kenyataan jika tahu bahwa aku serius.

Ketika istriku mengunjungi kantorku, Dew baru saja keluar dari ruanganku. Hampir seluruh staff menatap istriku dengan mata penuh simpati dan berusaha untuk menyembunyikan segala sesuatu selama berbicara dengannya. Ia kelihatan sedikit curiga. Ia berusaha tersenyum pada bawahan-bawahanku. Tapi aku membaca ada luka di matanya.

Sekali lagi, Dew berkata padaku," He Ning, ceraikan dia, O.K.? Lalu kita akan hidup bersama." Aku mengangguk. Aku tahu aku tidak boleh ragu-ragu lagi.

Ketika malam itu istriku menyiapkan makan malam, kupegang tangannya, "Ada sesuatu yang harus kukatakan"
Ia duduk diam dan makan tanpa bersuara. Sekali lagi aku melihat ada luka dimatanya. Tiba-tiba aku tidak tahu harus berkata apa. Tapi ia tahu kalau aku terus berpikir.

"Aku ingin bercerai", ku ungkapkan topik ini dengan serius tapi tenang. Ia seperti tidak terpengaruh oleh kata-kataku, tapi ia bertanya secara lembut, "kenapa?"

"Aku serius."

Aku menghindari pertanyaannya. Jawaban ini membuat ia sangat marah. Ia melemparkan sumpit dan berteriak kepadaku,"Kamu bukan laki-laki!"

Pada malam itu, kami sekali saling membisu. Ia sedang menangis. Aku tahu kalau ia ingin tahu apa yang telah terjadi dengan perkawinan kami. Tapi aku tidak bisa memberikan jawaban yang memuaskan sebab hatiku telah dibawa pergi oleh Dew.

Dengan perasaan yang amat bersalah, Aku menuliskan surai perceraian dimana istriku memperoleh rumah, mobil dan 30% saham dari perusahaanku. Ia memandangnya sekilas dan mengoyaknya jadi beberapa bagian.. Aku merasakan sakit dalam hati. Wanita yang telah 10 tahun hidup bersamaku sekarang menjadi seorang yang asing dalam hidupku. Tapi aku tidak bisa mengembalikan apa yang telah kuucapkan.

Akhirnya ia menangis dengan keras didepanku, dimana hal tersebut tidak pernah kulihat sebelumnya. Bagiku, tangisannya merupakan suatu pembebasan untukku. Ide perceraian telah menghantuiku dalam beberapa minggu ini dan sekarang sungguh-sungguh telah terjadi.



Pada larut malam, aku kembali ke rumah setelah menemui klienku. Aku melihat ia sedang menulis sesuatu. Karena capek aku segera ketiduran. Ketika aku terbangun tengah malam, aku melihat ia masih menulis. Aku tertidur kembali. Ia menuliskan syarat-syarat dari perceraiannya. Ia tidak menginginkan apapun dariku, tapi aku harus memberikan waktu sebulan sebelum menceraikannya, dan dalam waktu sebulan itu kami harus hidup bersama seperti biasanya.

Alasannya sangat sederhana: Anak kami akan segera menyelesaikkan pendidikannya dan liburannya adalah sebulan lagi dan ia tidak ingin anak kami melihat kehancuran rumah tangga kami. Ia menyerahkan persyaratan tersebut dan bertanya, "He Ning, apakah kamu masih ingat bagaimana aku memasuki rumah kita ketika pada hari pernikahan kita?"

Pertanyaan ini tiba-tiba mengembalikan beberapa kenangan indah kepadaku. Aku mengangguk dan mengiyakan. "Kamu membopongku dilenganmu", katanya, "Jadi aku punya sebuah permintaan, yaitu kamu akan tetap membopongku pada waktu perceraian kita. Dari sekarang sampai akhir bulan ini, setiap pagi kamu harus membopongku keluar dari kamar tidur ke pintu."

Aku menerima dengan senyum. Aku tahu ia merindukan beberapa kenangan indah yang telah berlalu dan berharap perkawinannya diakhiri dengan suasana romantis. Aku memberitahukan Dew soal syarat-syarat perceraian dari istriku. Ia tertawa keras dan berpikir itu tidak ada gunanya. "Bagaimanapun trik yang ia lakukan, ia harus menghadapi hasil dari perceraian ini," ia mencemooh. Kata-katanya membuatku merasa tidak enak.

Istriku dan aku tidak mengadakan kontak badan lagi sejak kukatakan perceraian itu. Kami saling menganggap orang asing. Jadi ketika aku membopongnya dihari pertama, kami kelihatan salah tingkah. Anak kami menepuk punggung kami, "Wah, papa membopong mama, mesra sekali"

Kata-katanya membuatku merasa sakit.. Dari kamar tidur ke ruang duduk, lalu ke pintu, aku berjalan 10 meter dengan dia dalam lenganku. Ia memejamkan mata dan berkata dengan lembut," Mari kita mulai hari ini, jangan memberitahukan pada anak kita." Aku mengangguk, merasa sedikit bimbang. Aku melepaskannya di pintu. Ia pergi menunggu bus, dan aku pergi ke kantor.

Pada hari kedua, bagi kami terasa lebih mudah. Ia merebah di dadaku, kami begitu dekat sampai-sampai aku bisa mencium wangi dibajunya. Aku menyadari bahwa aku telah sangat lama tidak melihat dengan mesra wanita ini. Aku melihat bahwa ia tidak muda lagi, beberapa kerut tampak di wajahnya.

Pada hari ketiga, ia berbisik padaku, "Kebun diluar sedang dibongkar, hati-hati kalau kamu lewat sana."

Hari keempat, ketika aku membangunkannya, aku merasa kalau kami masih mesra seperti sepasang suami istri dan aku masih membopong kekasihku dilenganku. Bayangan Dew menjadi samar.

Pada hari kelima dan enam, ia masih mengingatkan aku beberapa hal, seperti, dimana ia telah menyimpan baju-bajuku yang telah ia setrika, aku harus hati-hati saat memasak, dll.
Aku mengangguk, perasaan kedekatan terasa semakin erat. Aku tidak memberitahu Dew tentang ini. Aku merasa begitu ringan membopongnya. Berharap setiap hari pergi ke kantor bisa membuatku semakin kuat. Aku berkata padanya, "Kelihatannya tidaklah sulit membopongmu sekarang"

Ia sedang mencoba pakaiannya, aku sedang menunggu untuk membopongnya keluar. Ia berusaha mencoba beberapa tapi tidak bisa menemukan yang cocok. Lalu ia melihat, "Semua pakaianku kebesaran".

Aku tersenyum, tapi tiba-tiba aku menyadarinya ia semakin kurus itu sebabnya aku bisa membopongnya dengan ringan bukan disebabkan aku semakin kuat. Aku tahu ia mengubur semua kesedihannya dalam hati. Sekali lagi, aku merasakan perasaan sakit, tanpa sadar ku sentuh kepalanya.
Anak kami masuk pada saat tersebut. "Pa, sudah waktunya membopong mama keluar" Baginya, melihat papanya sedang membopong mamanya keluar menjadi bagian yang penting. Ia memberikan isyarat agar anak kami mendekatinya dan merangkulnya dengan erat. Aku membalikkan wajah sebab aku takut aku akan berubah pikiran pada detik terakhir. Aku menyanggahnya dilenganku, berjalan dari kamar tidur, melewati ruang duduk ke teras. Tangannya memegangku secara lembut dan alami. Aku menyanggah badannya dengan kuat seperti kami kembali ke hari pernikahan kami, tapi ia kelihatan agak pucat dan kurus, membuatku sedih.

Pada hari terakhir, ketika aku membopongnya dilenganku, aku melangkah dengan berat. Anak kami telah kembali ke sekolah. Ia berkata, "Sesungguhnya aku berharap kamu akan membopongku sampai kita tua".

Aku memeluknya dengan kuat dan berkata "Antara kita saling tidak menyadari bahwa kehidupan kita begitu mesra".

Aku melompat turun dari mobil tanpa sempat menguncinya. Aku takut keterlambatan akan membuat pikiranku berubah. Aku menaiki tangga, Dew membuka pintu.
Aku berkata padanya," Maaf Dew, aku tidak ingin bercerai. Aku serius". Ia melihat kepadaku, kaget. Ia menyentuh dahiku. "Kamu tidak demam".

Kutepiskan tangannya dari dahiku "Maaf, Dew, aku cuma bisa bilang maaf padamu, aku tidak ingin bercerai. Kehidupan rumah tanggaku membosankan disebabkan ia dan aku tidak bisa merasakan nilai-nilai dari kehidupan, bukan disebabkan kami tidak saling mencintai lagi. Sekarang aku mengerti sejak aku membopongnya masuk ke rumahku, ia telah melahirkan anakku. Aku akan menjaganya sampai tua. Jadi aku minta maaf padamu."

Dew tiba-tiba seperti tersadar. Ia memberikan tamparan keras kepadaku dan menutup pintu dengan kencang dan tangisannya meledak. Aku menuruni tangga dan pergi ke kantor. Dalam perjalanan aku melewati sebuah toko bunga, ku pesan sebuah buket bunga kesayangan istriku.

Penjual bertanya apa yang mesti ia tulis dalam kartu ucapan? Aku tersenyum, dan menulis " Aku akan membopongmu setiap pagi sampai kita tua.."








Sumber pinkq

baca selengkapnya......

Rabu, Mei 27, 2009

sebuah penghargaan

Keberhasilan seseorang bukan dilihat dari seberapa besar dia mendapatkan nilai yang diperoleh, tetapi dilihat dari seberapa besar usaha dia untuk mencapai sebuah gagasan atau ide yang dia curahkan. Nilai yang besar hanyalah sebuah lintasan yang suatu saat bisa berubah menjadi nilai sedang ataupun nilai kecil, sedang usaha adalah sebagai bentuk upaya kita dalam meraih keinginan atau ide yang terus di gali…. di gali…. di gali hingga menemukan titik temu yang diharapkan. Usaha inilah yang akan menjadi penentu seseorang, oleh karenanya dibutuhkan suatu kestabilan dan keuletan dalam mempertahankan apa yang telah diperolehnya.
Lalu bagaimana agar kita bisa stabil dan ulet? Banyak hal yang mempengaruhi dan salah satunya adalah mendapat dukungan dari teman atau orang-orang yang dekat dengan kita, kehadiran teman akan sangat membantu kita dalam mempertahankan bahkan meningkatkan proses kinerja kita sehingga akan banyak membantu kita untuk menjadi orang yang berhasil.

Apapun bentuk dari dukungan itu harus diterima dengan senang hati, lapang dada (kata orang jawa legowo). Oleh karenanya saya berterimakasih sekali kepada mas arul yang telah memberi saya dukungan berupa Uber (synonym to Super) Amazing Blog Award, suatu kebahagiaan yang belum pernah saya rasakan, mudah-mudahan dengan diberikannya award ini akan menambah semangat saya dalam segala hal. Sekali lagi makasih ya mas arul…… dan sebagai bentuk ucapan terimakasih saya ini, maka tidak ketinggalan saya akan memberikan award ini kepada sahabat-sahabat saya diantaranya:

blog perkembangan pengetahuan alam
blog motivasi
blog woman and family
blog ke2nai
blog dilarang melarang
blog keluarga sehat sejahtera
blog mampir ngombe



Silahkan award tersebut anda copas, semoga akan menjadi pemotivasi kita dalam beraktivitas dan juga akan menambah keakraban kita bersama.
Eitss…!!!, bagi yang blognya belum tertulis diatas, jangan berkecil hati… anda boleh kok mengambil award tersebut…tapi ingat!! Jangan sampai jatuh ke tangan orang jahat hehehe kayak pendekar aja…. :=)

Selanjutnya saya hanya menyampaikan pesan dari mas arul dkk, bagi yang telah mengambil award ini silahkan untuk membaca dan mengikuti prosedur dibawah ini......



received this award from David Funk, who is one of the kindest and enthusiastic blogger I've met on-line.
He is also a good friend of mine. I recommend checking his site out if you haven't yet, and he will gladly return the favor.
Thanks again David for the passing on this award and I really do appreciate it.

Uber (synonym to Super) Amazing Blog Award is a blog award given to sites who:

* inspires you
* makes you smile and laugh
* or maybe gives amazing information
* a great read
* has an amazing design
* and any other reasons you can think of that makes them
* uber amazing

The rules of this award are:

* Copy the badge and put the logo on your blog sidebar or post.
* Nominate at least 5 blogs (can be more) that for you are Uber Amazing!
* Let them know that they have received this Uber Amazing award by commenting on their blog.
* Share the love and link to this this post and to the person you received your award from.
* Come back and comment here so that your link could be added to the master list of awardees.


Selamat mengerjakan dan salam sukses buat semuanya

baca selengkapnya......

Sabtu, Mei 23, 2009

adakah arti sebuah kesuksesan?

Aku selalu bertanya-tanya apakah kesuksesan itu mempunyai arti ?
karena kesuksesan adalah hasil dari pengorbanan, jadi adakah yang bisa membanggakan semua ?

kesuksesan dalam pendidikan berarti pengorbanan selama lebih dari 16 tahun

kesuksesan dalam pekerjaan meraih jabatan yang lebih tinggi berarti kegagalan dari teman-teman kerja kita sekantor.

kesuksesan dalam bisnis berarti kegagalan dari kompetitor bersaing melawan kita.

kesuksesan sebuah bangsa meraih kemerdekaan berarti pengorbanan dari bangsa tsb maupun bangsa yang berkuasa sebelumnya.

kesuksesan para pemimpin besar dunia berarti malapetaka bagi keluarga mereka.

jadi adakah kesuksesan yang "membanggakan" ?


Sukses berarti suatu keinginan.
Keinginan mengakibatkan penderitaan.
berarti sebuah kesuksesan merupakan penderitaan.
Padahal akhir dari apa yang dicari oleh manusia adalah kebebasan yang kekal dari semua penderitaan
jadi adakah arti kesuksesan itu ?

Orang sukses itu tidak identik dengan orang kaya dan orang gagal itu tidak identik dengan miskin. Menang kalahnya seseorang, atau sukses gagalnya seseorang, tidak ditentukan oleh apakah ia kaya atau miskin, melainkan oleh kemenangan atau kekalahan mental orang itu terhadap kekayaan atau kemiskinan.

sukses adalah suatu perjuangan berat yg harus dilalui dgn suatu proses yg panjang. Tapi ketika sukses berubah menjadi suatu kegagalan apakah masih ada suatu perjuangan lagi untuk menuju sukses kembali?

Sukses seseorang yang menilai bukan orang lain, melainkan dirinya sendiri. Seseorang bisa dikatakan sukses kalau ia sudah bisa merasa puas dan bahagia dengan apa yang telah diraihnya.



sumber: Oong


baca selengkapnya......